Recent Post

Selasa, 20 Desember 2011

Al-Qur`an Itu Terpelihara

v  Al-Qur`an Itu Terpelihara

Sejak masa sebelum turun, Al-Qur`an senantiasa terpelihara. Dia itu murni firman Allah, tidak tercampur perkataan selainNya. Dia itu benar seluruhnya; tidak ada yang salah atau patut diragukan kebenarannya, baik bacaannya maupun isinya; baik beritanya ataupun hukum-hukumnya.

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَ إِنَّا لَهُ لَحَافِظُوْنَ* _الحجر: 9.
“Sesungguhnya Kami menurunkan Adz-Dzikr ini dan sesungguhnya Kami sungguh Yang Menjaga baginya”._S. Al-Hijr [15] : 9.

Ayat ini menerangkan bahwa Al-Qur`an itu Allah-lah yang menurunkannya, kemudian Dia pula Yang Menjaganya. Artinya Allah-lah Yang Menjaga Al-Qur`an dari segala sesuatu yang bisa merusakkannya, baik berupa penambahan, pengurangan, perubahan, ataupun percampuran. Firman Allah ini merupakan jaminan bagi kemurnian dan keutuhan Al-Qur`an dari gangguan tangan-tangan kotor yang hendak mencemarkannya. Dalam ayat lain, firmanNya:

وَلَقَدْ ضَرَبْنَا لِلنَّاسِ فِى هَذَا القُرْآنِ مِنْ كُلِّ مَثَلٍ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ * قُرْآنًا عَرَبِيًّا غَيْرَ ذِيْ عِوَجٍ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُوْنَ * _الزمر: 27 - 28.
“Sungguh-sungguh Kami telah membuat segala macam perumpamaan untuk manusia di dalam Al-Qur`an  ini, supaya mereka ingat. (Yakni di dalam) Satu Qur`an berbahasa Arab yang tidak mempunyai kebengkokan, supaya mereka bertaqwa.”._S. Az-Zumar [39] : 27 - 28.

Dalam masalah yang sedang dibicarakan ini dikatakan bahwa Al-Qur`an yang berbahasa Arab ini tidak ada kebengkokan, artinya dia itu lurus, benar, tidak salah, tidak palsu.

إِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا بِالذِّكْرِ لَمَّا جَاءَهُمْ صلى وَإِنَّهُ لَكِتَابٌ عَزِيْزٌ * لاَ يَأْتِيْهِ البَاطِلُ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَلاَ مِنْ خَلْفِهِ صلى تَنْزِيْلٌ مِنْ حَكِيْمٍ حَمِيْدٍ * _فصلت: 41 - 42.
“Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Adz-Dzikr tatkala dia itu datang kepada mereka (akan terkena siksa); sedang dia itu sungguh satu kitab yang mulia. Kebathilan tidak bisa datang kepadanya baik dari hadapan ataupun dari belakangnya. Dia itu turun dari Yang Maha Bijaksana, Yang Maha Terpuji”._S. Fushshilat [41] : 41-42.

Sebagaimana ayat lain yang telah disebut di muka, dalam ayat ini diterangkan bahwa kebatilan itu tidak bisa datang kepada Al-Qur`an. Ini mengandung dua arti: pertama bahwa Al-Qur`an itu haq, tidak ada batilnya; kedua bahwa setelah dia itu haq, tidak bisa tercampur dengan sesuatu yang akan menjadikan dia batil, baik barupa penafsiran atau lainnya.

Dari itu semua cukup kiranya didapat nas untuk menunjukkan bahwa Al-‘Qur`an itu akan tetap terjaga sampai kapan saja. Tetapi bukan hanya itu! Dalam kenyataannya sampai sekarang ini Al-Qur`an tetap tidak pernah mengalami perubahan! Dia tetap seperti semula, sejak dia diturunkan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tanpa ada perubahan, penambahan, ataupun pengurangan. Bahkan jutaan orang di seluruh dunia ini yang menghafalnya, turut menjadi tanda penjagaan Allah.

Insya Allah akan bersambung Al-Qur`an Berlaku Untuk Segala Masa dan Tempat

Mengenal Lebih Dekat Kitab Kita Yuuk...!!!

AL–QUR`AN


Pembahasan tentang Al-Qur`an ini insya Allah akan dibagi 4 bahasan, yaitu:
·      Al-Qur`an Berlaku Untuk Segala Masa & Tempat.
·      Kewajiban Mempelajari Al-Qur`an & Tantangan Untuk Membuktikan Kebenaran Al-Qur`an

Al-Qur`an adalah Kitab yang Allah wahyukan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai petunjuk dalam hidup ini. 
"Sesungguhnya Al Qur'an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang Mukmin yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar." QS. al-Isra`:9
Ulama sepakat bahwa membaca Al-Qur`an itu hukumnya ibadah. Dari ta`rif (definisi, batasan) yang ada itu kita tahu bahwa Al-Qur`an adalah wahyu Allah. Dia itu adalah firman-firman Allah, sebagaimana nas-nas yang menunjukkannya.

v  Al-Qur`an Adalah Kalam Allah
Sejak zaman turunnya Al-Qur`an kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam orang-orang kafir tidak mau percaya bahwa dia itu Kitab yang turun dari Allah. Mereka menuduh bahwa Al-Qur`an itu karangan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam atau bahkan mereka tuduh sebagai perkataan jin. Demikian juga para orientalis mengarang berbagai kepalsuan dan kata-kata beracun untuk menggambarkan seolah-olah Al-Qur`an itu sebuah hasil karya manusia.

Tetapi sejak masa turunnya, Al-Qur`an sudah memberikan jawaban dengan tegas dan pasti kepada manusia, dengan jawaban yang membungkam para pembantahnya. Kita dapatkan banyak ayat Al-Qur`an yang menunjukkan apa dan bagaimana sebenarnya Al-Qur`an itu.
نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ أَحْسَنَ القَصَصِ بِمَا أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ هَذَا القُرْآنَ وَإِنْ كُنْتَ مِنْ قَبْلِهِ لَمِنَ الغَافِلِيْنَ * _يوسف: 3.
“Kami menceritakan kepadamu sebaik-baik kisah dengan jalan Kami wahyukan kepadamu Al-Qur`an ini; padahal sebelumnya adalah engkau dari kalangan orang-orang yang lalai”_S. Yusuf [12] : 3.

Ayat ini menerangkan bahwa Al-Qur`an adalah wahyu kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang sebelumnya beliau belum pernah tahu isi dan ceritanya. Yang menerangkan bahwa Al-Qur`an ini adalah wahyu bukan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, melainkan Al-Qur`an itu sendiri. Dalam ayat lain tersebut:
وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ إِلاَّ رِجَالاً نُوْحِى إِلَيْهِمْج فَسْئَلُوْا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لاَ تَعْلَمُوْنَ * بِالبَيِّنَاتِ وَ الزُّبُرِ قلى وَ أَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الذِّكْرَ لِتُبَيِّنَ لِلنَّاسِ مَا نُزِّلَ إِلَيْهِمْ وَ لَعَلَّهُمْ  يَتَفَكَّرُونَ * _النحل: 43 - 44.
“Dan tidaklah Kami mengutus sebelum engkau melainkan para pria yang Kami wahyukan kepada mereka. Maka kalian bertanyalah kepada ahli Dzikr jika kalian tidak mengerti keterangan-keterangan dan kitab-kitab! Dan Kami turunkan Adz-Dzikr (Al-Qur`an) ini kepada engkau supaya engkau terangkan kepada manusia apa yang diturunkan kepada mereka, supaya mereka berpikir”._S. An-Nahl [16] : 43-44.

Dari dua ayat ini kita mengerti bahwa Allah menurunkan Al-Qur`an -yang di sini disebut dengan Adz-Dzikr- kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam agar beliau menerangkannya kepada manusia. Jadi Al-Qur`an itu dari Allah bukan dari diri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri atau dari manusia lainnya; yang kedua, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertugas untuk menerangkan Al-Qur`an; jadi sebagai penerima, kemudian menyampaikan dan menerangkan. Al-Qur`an datang dari Allah, jadi dia itu firman Allah, kalam Allah. Tidak hanya sampai di situ. Dalam ayat lain juga disebut:

طهَ * مَا أَنْزَلْنَا عَلَيْكَ القُرْآنَ لِتَشْقَى * إِلاَّ تَذْكِرَةً لِمَنْ يَخْشَى * تَنْزِيْلاً مِمَّنْ خَلَقَ الأَرْضَ وَ السَّمَوَاتِ العُلَى * _طه : 1 - 4.
“Thaha! Tidaklah Kami turunkan Al-Qur`an ini kepadamu supaya kamu celaka. Melainkan sebagai peringatan bagi orang yang takut (kepada Allah). Barang yang turun dari Dzat Yang telah Menciptakan bumi serta langit-langit yang tinggi”._S. Thaha [20] : 1-4.

Ayat-ayat ini jelas menunjukkan bahwa Al-Qur`an itu turun/datang dari Allah kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam Dia itu kalam Allah. Kalau Al-Qur`an itu karangan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak perlu ada panggilan kepada beliau sendiri di dalamnya.

إِنَّا أَنْزَلْنَا عَلَيْكَ الكِتَابَ لِلنَاسِ بِالحَقِّ صلى فَمَنِ اهْتَدَى فَلِنَفْسِهِصلى وَمَنْ ضَلَّ فَإِنَّمَا يَضِلُّ عَلَيْهَا  صلى وَمَآ أَنْتَ عَلَيْهِمْ بِوَكِيْلٍ* _الزمر: 41.
“Sesungguhnya Kami menurunkan kitab ini dengan benar kepadamu untuk kepentingan semua manusia; maka barangsiapa yang mengikuti petunjuk, itu untuk kepentingan dirinya sendiri; dan barangsiapa yang sesat maka hanyalah dia menyesatkan dirinya pula; dan bukanlah engkau sebagai pengawal atas mereka itu!”._S. Az-Zumar [39] : 41.

Ayat ini menunjukkan bahwa untuk kepentingan semua manusia, Allah menurunkan, mewahyukan, memberikan Al-Qur`an ini kepada Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk kemudian disampaikan kepada manusia. Jadi Al-Qur`an ini datang dari Allah, bukan dari selainNya.
إِنَّهُ لَقَوْلُ رَسُوْلٍ كَرِيْمٍ * وَمَا هُوَ بِقَوْلِ شَاعِرٍ ج قَلِيْلاً مَا تُؤْمِنُوْنَ * وَلاَ بِقَوْلِ كَاهِنٍ ج قَلِيْلاً مَا تَذَكَّرُوْنَ * تَنْزِيْلٌ مِنْ رَّبِّ العَالَمِيْنَ * _الحاقة: 40 - 43.
“Sesungguhnya dia (Al-Qur`an) itu adalah ucapan seorang Rasul yang mulia (malaikat Jibril). Dan bukanlah dia itu perkataan tukang Sya`ir; sedikit sekali barang yang kalian beriman! Dan bukan pula perkataan dukun! Sedikit sekali yang kalian sama ingat. Dia itu barang yang turun dari Pemelihara sekalian alam!”._S. Al-Haqqah [69]: 40-43.

Maksud perkataan: “Al-Qur`an itu ucapan seorang Rasul yang mulia” ialah bahwa Al-Qur`an itu waktu disampaikan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dibacakan dan diucapkan oleh Malaikat Jibril. Lalu di bagian berikutnya dikatakan bahwa Al-Qur`an itu turun dari Allah. Jadi secara urut begini: Al-Qur`an itu firman Allah, berasal dari Allah, lalu dia itu dibawa oleh Malaikat Jibril, diucapkan dan dibacakan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Dari ayat-ayat yang sudah diterangkan di muka itu kita dapatkan banyak dalil yang semuanya membawa kepada satu kesimpulan yang sama bahwa Al-Qur`an itu firman Allah, kalam Allah, berasal dari Allah.

Insya Allah akan bersambung Al-Qur`an Itu Terpelihara

Kamis, 15 Desember 2011

OBAT MANDUL MURAH.... YES!!!

Ada seseorang mengadu kepada Hasan bin ‘Ali radhiyallahu 'anhu, “Wahai Hasan, sesungguhnya aku ini orang kaya, namun aku tak mempunyai seorang keturunan pun. Mohon Anda memberitahu aku sesuatu yang di-harapkan bisa menjadi sebab ter-lahirnya anak dari tulang sulbiku.” Beliau berpetuah singkat, “Perba-nyaklah istighfar kepada Allah Ta'ala!” 
Alkisah, orang tersebut me-laksanakan wasiat Hasan radhiyallahu 'anhu, sampai-sampai ia terkadang ber-istighfar 700 kali dalam sehari. Beberapa waktu kemudian, Allah Ta'ala berkenan mem-berinya 10 orang putra. Alhamdulillah.


Apa kaitan istighfar dengan lahirnya keturunan? Jawabnya dapat Anda lacak dalam Al-Qur’an, surah Hud (11): 52.
(Kisah tersebut diambil dari kitab, Tafsir Ruhul Bayan 4/148)

Rabu, 14 Desember 2011

START...!!!

Bismillah...

Alhamdulillah bi ni'matihi tatimmush shalihat...
semoga dengan blog yang masih baru ini kita bisa berbagi ilmu...
dan kita akan termasuk dalam golongan yang di sabdakan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam "khairun naas anfa'uhum linnaas" (sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak bermanfaat bagi orang lain)